Vitamin C

Alkisah, di sebuah pedalaman hutan Amajoma terdapat sebuah pasar. Ya! Sebuah pasar! Nama pasar itu adalah pasar Burundi. Tempat dimana para hewan melakukan transaksi jual beli entah itu transaksi makanan, sayuran, pakaian ( pakaian untuk hewan😀 ) dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari lainnya.

Ada sebuah toko buah, yang cukup laris ditempat itu juga sering dipadati pembeli. Toko itu dimiliki oleh Kurira, seekor kura-kura bijak ( tapi tidak tua loh yaa😀 ) umurnya sekitar 43 tahunan hahaa, batoknya juga macho loh :)). Kurira memiliki beberapa pegawai yang membantunya dipasar. Diantara meraka ada Cingku dan Linci, Cingku merupakan seekor kucing yang santai, sedikit berisi ( kebanyakan makan dan tidur. hehe ), kocak, berbulu kuning dan putih. Sedangkan Linci merupakan seekor kelinci yang pendiem, banyak mikir, hmmm tak banyak yang bisa diungkapin soal si Linci ini. haha

Sekitar 3 bulan yang lalu, toko buah Kurira sedang kebanjiran order buah jambu merah, karena para hewan di hutan Amajoma banyak yang terkena sariawan, kekurangan vitamin C. Menurut Barimana, seorang dukun kesehatan di Amajoma, hewan yang terkena penyakit sariawan harus banyak mengkonsumsi buah jambu merah karena disinyalir banyak mengandung vitamin C. Berkat petuah dari Barimana, toko Kurira selalu penuh dengan hewan-hewan yang ingin beli jambu merah. Pada saat itu Kurira hanya memiliki 2 orang pegawai, Kakan dan Paitu. Kakan yang ditugasi mengurus penjualan Strawbery, dan Paitu ditugasi untuk mengurus penjualan buar Lychee. Dan Kurira selaku pemilik toko, yang mengurusi penjualan jambu merah. Selang beberapa hari kemudian, datanglah Linci, untuk melamar pekerjaan ke toko Kurira. Kurira tak lantas menerima Linci menjadi pegawainya. Keesokan harinya Linci datang lagi, karena disuruh Kurira datang pukul 7. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, Linci diterima oleh Kurira sebagai pegawainya. Linci senang bukan kepalang, karena penantiannya untuk mendapatkan pekerjaan kesampaian juga😀

Hari demi hari, Linci lewati dengan mengurus penjualan jambu merah, apa yang Kurira perintahkan, selalu Linci kerjakan dengan seksama. Tak lupa sesekali Kurira memeriksa aktifitas Kakan dan Paitu. Musim buah jambu merah telah habis, namun beberapa permintaan akan jambu merah masih tetap ada. Pekerjaan Linci yang semula sibuk berangsur tidak sibuk😀

—bersambung—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s