Halo Symfony2 – episode 1

Udah lama ga nulis-nulis lagi, tetiba pengen nulis biar kelihatan masih hidup, hhe. Kali ini saya mau coba nulis menggunakan PHP framework, Symfony2 (itung-itung dokumentasi pribadi ceritanya). Yang pertama-tama pastikan PC/Notebook/Netbook/Laptop kita telah terinstall web server entah itu mau menggunakan XAMPP, LAMP, apache2, lighthttpd, nginx atau sesuai selera kamu deh kalo saya menggunakan apache2. Untuk rdbms nya saya menggunakan mysql. Setelah bahan-bahan tersebut telah tersedia, mari kita lanjut ke langkah berikutnya.

Instalasi

Banyak cara untuk menginstallasi Symfony2, bisa nge-clone melalui git, bisa download frameworknya yang berbentuk zip lalu extract, bisa menggunakan Symfony Installer. Sekarang saya mau instal menggunakan pilihan yang terakhir, yaitu menggunakan Symfony Installer. Type this commands di terminal/command prompt favorite kamu (fyi i’m using Ubuntu os, perintahnya mungkin berbeda jika menggunakan os lain, misal Windows) .

$ curl -LsS http://symfony.com/installer > symfony.phar 
$ sudo mv symfony.phar /usr/bin/sf2 
$ chmod a+x /usr/bin/symfony

Pada command #1, bertujuan untuk mendownload symfony installer ke local directory kita, dengan mode silent dan tampilkan error jika ada.
Pada command #2, memindahkan hasil download tadi (symfony.phar) ke /usr/bin/sf2
Pada command #3, menambahkan file permission biar executable.
Untuk menjalankan nya cukup ketikkan sf2 di terminal kamu. Jika berhasil maka akan muncul seperti dibawah ini :

$ sf2 

 Symfony Installer (1.1.3) 
 ========================= 

 This is the official installer to start new projects based on the 
 Symfony full-stack framework. 

 To create a new project called blog in the current directory using 
 the latest stable version of Symfony, execute the following command: 

   sf2 new blog 

 Create a project based on the Symfony Long Term Support version (LTS): 

   sf2 new blog lts 

 Create a project based on a specific Symfony branch: 

   sf2 new blog 2.3 

 Create a project based on a specific Symfony version: 

   sf2 new blog 2.5.6 

 Create a demo application to learn how a Symfony application works: 

   sf2 demo 
 
 Updating the Symfony Installer 
 ------------------------------ 

 New versions of the Symfony Installer are released regularly. To update your 
 installer version, execute the following command: 

   sf2 self-update

Gampang bukan? Lanjut ke tahap berikut nya.

Membuat Projek Menggunakan Symfony2

Karena tadi sudah berhasil installasi Symfony Installer, dan udah ada sih contoh nya diatas. Ketikkan lagi deh

$ sf2 new nama_projek_kamu 

Maka dengan otomatis akan mendownload framework Symfony2. Setelah selesai, mari kita masuk ke directory yang telah di buatkan oleh symfony installer, example :

$ cd nama_projek_kamu

Jika proses unduh tanpa hambatan, maka kita bisa masuk ke directory tersebut. Oia, symfony menyediakan command untuk menjalankan PHP built-in web server cukup dengan mengetikkan command berikut

$ php app/console server:run

Lalu buka browser, ketikkan URL http://localhost:8000 lalu lihat apa yang akan terjadi #halah. Jika kamu tidak suka dengan cara tersebut, bisa juga dengan mengetikkan alamat URL-nya langsung semisal http://localhost/nama_projek_kamu/web (karena saya simpan projek saya di /var/www/nama_projek_kamu), tampak ribet ya ngetik langsung dengan cara seperti itu.

Virtual Host

Untuk mempersimple -_- URL-nya bisa juga kita menggunakan virtual host *skip jika sudah tau.hhe
Pertama-tama kamu buat terlebih dahulu file untuk konfigurasi virtual host

$ sudo touch /etc/apache2/sites-available/simple.conf
$ sudo vi /etc/apache2/sites-available/simple.conf

 < VirtualHost *:80 > 
        ServerAdmin aginanjar@pc
        ServerName projek.dev 
        DocumentRoot /var/www/nama_projek_kamu/web 
        DirectoryIndex app_dev.php 
        ErrorLog /var/www/nama_projek_kamu/projek-error.log 
        CustomLog /var/www/nama_projek_kamu/projek.log combined 
        <Directory "/var/www/nama_projek_kamu/web"> 
            AllowOverride All 
            Allow from All 
         
< /VirtualHost >

Save (:wq) file tesebut, lalu aktifkan dengan perintah :

$ sudo a2enmod simple.conf

Sudah selesai? Belum, tambahkan host yang sudah kita buat tadi di /etc/hosts, contohnya :

127.0.0.1	projek.dev

Restart apache2 

$ sudo service apache2 restart

Oia hampir lupa, rubah permission untuk app/cache dan app/logs

$ chmod 777 app/cache && chmod 777 app/logs

Lalu buka http://projek.dev, Installasi projek menggunakan framework symfony2 telah selesai. #BikinKopi

Semoga bermanfaat, #cmiiw #TetapSemangat 😀

Referensi: http://symfony.com

Yeoman, workflow untuk pembuatan aplikasi web modern

Yeoman yo .. yo .. 😉

PP Kanto`s Blog

Ditulis oleh Alfian Busyro *)

Internet dan aplikasi web telah berkembang pesat akhir-akhir ini dengan hadirnya headless web framework seperti node.js, grunt, dll. Dan juga MVC framework untuk front-end seperti backbone, angular, dll. Dengan framework-framework diatas pembuatan aplikasi web menjadi semakin rapi dan semakin user-friendly.

Tetapi ada satu yg masih tidak berubah. Apa itu?  yaitu struktur aplikasi web yang terkadang bisa membingungkan developer web itu sendiri dan deployment aplikasi web yang terkadang menguras banyak waktu. Bagi aplikasi web yang berskala kecil, hal ini mungkin tidak menjadi masalah yang besar. Namun apabila skala aplikasi web kita semakin besar, struktur penyusunan file, direktori dan library bakal menjadi kendala. Dan apabila kita bekerja dalam team tentunya ini akan menjadi masalah yang besar disaat kita berkolaborasi dengan developer lain. Tentunya banyak developer bertanya, apa solusi yang jelas untuk masalah ini ? Beruntunglah bagi para developer aplikasi web saat ini, karena dengan ada yeoman yang akan…

View original post 1,324 more words

Eclipse + JUnit – Test Class not found

Worked like a charm

IT is Fun

If you trying to perform testing using Eclipse + JUnit

and you hit the following “Test Class not found” exception:

Try do the following:

(1) Configure your project’s Build Path.

Right click project, Properties:

Go to Java Build Path –> Order and Export:

Place the JRE and EAR libraries and the bottom

Now, you can try run again the JUnit from Eclipse.

View original post

SOP dan Pembagian Kerja di Software House

very nice post

@Autowired

Tulisan ini saya copy dari blog senior java  yaitu mas ifnu..

Beberapa hari ini ada diskusi seru di milis JUG-indonesia, ada salah satu member JUG yang bertanya bagaimana membuat software house dan melakukan pembagian kerja. Dari satu posting berkembang menjadi panjang lebar sampai puluhan email dalam thread ini. Saya tergelitik untuk merangkup thread tersebut menjadi satu sesi QA agar lebih terurut informasinya.

Nah silahkan menyimak serunya thread ini….

 

Q : Ada yang bisa share gak gimana SOP dari software house tempat teman-teman? Gimana workflow-nya, dan pembagian tugasnya. Kapan sih orang management dan akuntansi dilibatkan dalam project?

A : Kalo di kantor, qta ada 1 orang head developer, dia yang me-manage proyek dari awal sampe akhir. Ada 1 orang analis + desainer aplikasi (database + modul2), trus ada programmer, trus ada tester/qc

Kalo dulu kerja bareng sama temen, kita bagi2 tugas siapa yang analisis + desain DB, sapa yang bikin…

View original post 5,181 more words